Malam ini jari ingin sekali menuliskan sebuah kisah tentang kasih, kasih yang sedang dijalani menjadi sebuah kisah. Setiap ujung sudut gelap tanpa cahaya, sunyi tanpa suara, sepi tiada yang menemani..
Aku adalah aku, aku tetap aku..
Aku ingin tetap menjadi aku, tetapi selalu terbesit dalam otak sebenarnya apa yang sudah saya lakukan, apa yang harus saya lakukan, bagaimana bisa terjadi,, aku seperti bukan aku,
Aku seperti bukan aku, aku tak pernah sebelumnya mengenal siapa bagaimana dimana yang terjadi sekarang, aku tak pernah sebelumnya melakukan hal yang belum pernah aku lakukan, aku tak pernah sebelumnya apa yang dibayangkan sekarang ada didepan mata.
Aku tak pernah sebelumnya.. aku tak pernah sebelumnya..
Aku sekarang berada didunia yang sangat berbeda dengan duniaku kala itu, aku seperti bukan aku, atau itu adalah aku? ๐ถ
Aku adalah aku, sejak lahir hingga sekarang diri ini tetap memliki kebiasaan yang sama, tetap menjadi diri sendiri yang begini adanya, tetap dgn pemikiran yang sama dengan setiap kejadian yang Ada, tetap dengan sifat yang sama, tapi benarkah masih tetap aku adalah aku? ๐
Waktu terus berjalan, teruusss berjalan.. jalanku masih panjang, sekarang aku dalam sebuah pilihan, sekarang aku harus memutuskan, sekarang aku harus menentukan, sekarang aku harus belajar, sekarang aku harus beradaptasi lebih banyak, sekarang aku harus tenang walau dalam diam. Wallahua'lam semoga DIA selalu mendampingi memberikan bisikan paling terbaiknya dalam setiap langkah ๐aamiin
Lentera Jiwa
biar saja malam menggulung gelap namun disudut sepi kuakan terus menjaga lentera hati agar tetap menyala walaupun suram.
Rabu, 15 Februari 2017
Minggu, 18 Januari 2015
Menjadi Istri di Masa Depan
Sendiri menatap tiap sudut ruangan kamar yang simetris,
penantian penuh harap didepan mata yang belum kunjung terlihat :)
Lagu religi bapak Elvyn G. Masassya menemani sore menjelang malam kali ini,
rintik hujan menambah kenyamanan diri berada diposisi wuenak yang enggan untuk
berkutik sedikitpun walau hanya sejengkal.hehe ngomong opooo???
“Line...” terdengar
berkali2 line berbunyi.. asyiknya membaca membuatku sedikit tak
menghiraukannya.. 10 menit berlalu tiba2 teringat memposisikan diri jika
mengirim pesan ke orang lain tak kunjung dibalas itu sedikit
menjengkelkan.hihi.. kali aja penting, secepat kilat ku sambar Hp.
A : “ernaaa.. apakabar? Cieee
jadi wanita karir yak sekarang?hehe”
Er : “Hey cantik, alhamdulillah
kabar baik, qm apakabarnya? Aamiin Ya Allah do’ain yah ;)”
A : “alhamdulillah baik juga,
udah mulai kerja?”
Er : “baru diklat kmren nunggu
penempatan nih, doain dpt tmpt yg terbaik yaaa.hehe, qm skrg dmn?”
A : “Aq di rumah aja ne nunggu
panggilan kerja, beruntungnya qm bisa ditrima disitu loh”
Er : “Alhamdulillah makasi loh
neng, rezeky kan udah diatur ma Allah.. qm yg sabar aja, klo udah usaha n doa
yowes pasrahin aje udah mah ma Allah inshaAllah biar hatinya lapang #Pengalamanpribadi ,hehe”
A : “qm bknnya baru wisuda
kemaren? G lanjut apoteker?”
Er : “iyaa neng, kmren rencana
dftr apoteker UI.. dibulan2 penantian nyobain dftr krn ada oprec karyawan
disono,lmyn bt pengalaman klo g lolos.. klo lolos urusan nanti.hehe ternyata
Allah berkehendak aq lolos alhamdulillah, udah jalanku mungkin disini.”
A : “Ah iyee udah bener tuh
alhamdulillah yah blm dftr kul lg mlh dapet kerjaan yang bagus untuk
kedepannya, aq nyoba jg kmren tp gagal dites kedua,banyak banget itu tesnya
yah, ampuun”
Er : “Aamiin, qm jg pasti nanti
dapet yg terbaik kok.. tetap semangat yah cantik”
A : “Er, kalau besok qm jadi
wanita karir tuh sibuk banget kan? Gmn kalau udah nikah?haha, sorry nih yee
nglantur omongan orang udah tua”
Er : “Hihihi.. membuka
cakrawalaku untuk berfikir niiih, wanita karir itu gak selalu gak mementingkan
keluarga kan, pandai-pandai besok untuk mengatur waktu aja dan untuk saat ini
aq emang gtw kedepannya akan bagaimana, tp strategi untuk masa depan pasti udah
terfikirkan doong yaa, qm jg kan?”
A : “iyaa jg sih er, tp aq
takut juga kalau jadi wanita karir malah keluargaku gag keurus, atau gag udah
lagi puncak meniti karir malah disuruh resign ma suami. Haduuhh gmn tu?”
Er : “gak usah takut neng,
jalanin yang udah digariskan Allah ini dengan ikhlas aja, entah gmn caranya
setiap orang pasti beda-beda, niatin juga dari awal buat apa sih aku jadi
seperti ini? Kalau niat kita baik insyaAllah berkah dan Allah ridho kok. Yang
jelas setauku sebelum ada janji suci pernikahan tuh kita harus punya
kesepakatan bersama untuk kedepannya nanti, gitu gag sii?hehehe, kalau suami
nyuruh resign karna hal yang sudah dipertimbangkan yo ra popo, ridhonya istri
tuh ada disuami kan kalau udah nikah,hihi.. kalau suami udah bener-bener ngrasa
mampu untuk mencukupi kebutuhan it’s oke, knp gag? Toh niat diri ini berkarir
jg untuk sama-sama saling melengkapi kan, untuk masa depan juga, untuk kebaikan
pokoknya deh.hehe, kalau menurutmu gimana?
A : “Hah iya kah? Ada
perjanjian dulu yah sebelum menikah tuh? Baru tau aq.. bener juga itu yaa,
makasi infonya er. Waw subhanallah gitu ya er? Begitu ya jadi istri solehah?”
Er : “ya kali neng, aq mah
belum pernah jadi istri juga yak. Berusaha dan bermimpi melakukan yang terbaik
kan gag salah..he”
A : “aaammiiiinnn aq doain er,
layaknya namamu deh pokoknyee. Kebuka juga mata pikiranku er..makasi loh yaa
:*”
Er : “Sama-sama neng, ini yang
menggerakkan Allah, kita ngobrol gini jg atas kehendakNYA. Kita jadi sama-sama
belajar yah untuk masa depan kita lebih baik.hehe”
A : “Iyaa er aamiin, kapan2
kita sharing lagi yaa. Bekal masa depan euy.haha..see you next time”
Er : “Sami-sami neng, siip ;)”
Kutipan dari percakapan
dengan sahabat yang sudah lama tak jumpa, membuat sedikit memutar otak untuk
terus berfikir dan terus membuat strategi baik untuk yang terbaik. Sebuah
diskusi menarik yang membuatku terpacu untuk terus belajar dan memahami sebuah
hakekat perjalanan kedepan yang tak lama lagi mau tidak mau, suka tidak suka
harus dijalani InshaAllah. Wallahu A’lam bi shawab :)
Minggu, 09 November 2014
Happy Birthday Sob :*
Bismillahirrohmanirrohim,
Ya Rabbana.. Seketika jari ini terayun dan tergerak atas ridhoMU untuk menuliskan sebuah tulisan dan surat kecil ditengah gelap berteman lampion sebuah cahaya kecil yang menghidupkan namaMU, ku tuliskan ini terkhusus untuk sahabatku J
Denger-denger sahabat er satu ini sedang mengulang hari lahirnya, entah juga karena diri ini tak pernah selidik tanggal kelahiran di KTP atau Akte yang tertera disana,hihi
yang ane tau, dia terlahir menjadi anak pertama dari 2 bersaudara dan tinggal di Indramayu, dengan logat khasnya sunda ngapak,hehe
Wiwit witarih, iit adalah panggilan akrab kami.. dan itong adalah panggilan kesayanganku J
2 tahun kebersamaan kami berada di satu atap pagi siang dan malam sebagai mahasiswa rantau yang dituntut untuk tetap bertahan demi sebuah ilmu. Selain sama-sama berjuang dalam keilmuan, kita juga pernah berjuang bersama atas izinNYA untuk menapakkan kaki di keagungan ciptaanNYA yang gagah menjulang tinggi dengan pesona alam Maha Dahsyat untuk bertafakkur. Sumbing adalah gunung yang kami lewati untuk taklukkan bersama dengan perjuangan yang luar biasa, langkah demi langkah kita lalui bersama, dimulai dari dinginnya pagi, matahari tebit, matahari terbenam, sampai matahari terbit kembali. Lelah, nikmat keringat yang menetes membasahi kulit, semangat, impian dan harapan kita lalui bersama. Perjalanan berliku, terjal, licin, setapak membuat kakinya berjalan lelah terseret di antara pepohonan dan perkebunan, raga dan nafas mulai tidak berpadu sinkron. Nyali dan semangat mulai bimbang untuk melanjutkan sebuah perjalanan. Tetapi dengan keyakinan, kekuatan hati, dorongan semangat, dan berserah diri kepadaNYA akhirnya kaki kita bersama-sama melanjutkan perjalanan sampai puncak impian. Langit gelap mulai menyapa, Adzan maghribpun bergema disetiap sudut perkotaan yang mendorongku untuk tetap melangkah hingga tempat peristirahatan tenda dengan api unggun, teh hangat, mie instan kornet penghangat kebersamaan kita kala beribu bintang malam ikut menemani J
Rindu kebersamaan itu kawan, insyaAllah jika Allah ridho untuk kesempatan selanjutnya.
Ya Rabbana.. Seketika jari ini terayun dan tergerak atas ridhoMU untuk menuliskan sebuah tulisan dan surat kecil ditengah gelap berteman lampion sebuah cahaya kecil yang menghidupkan namaMU, ku tuliskan ini terkhusus untuk sahabatku J
Denger-denger sahabat er satu ini sedang mengulang hari lahirnya, entah juga karena diri ini tak pernah selidik tanggal kelahiran di KTP atau Akte yang tertera disana,hihi
yang ane tau, dia terlahir menjadi anak pertama dari 2 bersaudara dan tinggal di Indramayu, dengan logat khasnya sunda ngapak,hehe
Wiwit witarih, iit adalah panggilan akrab kami.. dan itong adalah panggilan kesayanganku J
2 tahun kebersamaan kami berada di satu atap pagi siang dan malam sebagai mahasiswa rantau yang dituntut untuk tetap bertahan demi sebuah ilmu. Selain sama-sama berjuang dalam keilmuan, kita juga pernah berjuang bersama atas izinNYA untuk menapakkan kaki di keagungan ciptaanNYA yang gagah menjulang tinggi dengan pesona alam Maha Dahsyat untuk bertafakkur. Sumbing adalah gunung yang kami lewati untuk taklukkan bersama dengan perjuangan yang luar biasa, langkah demi langkah kita lalui bersama, dimulai dari dinginnya pagi, matahari tebit, matahari terbenam, sampai matahari terbit kembali. Lelah, nikmat keringat yang menetes membasahi kulit, semangat, impian dan harapan kita lalui bersama. Perjalanan berliku, terjal, licin, setapak membuat kakinya berjalan lelah terseret di antara pepohonan dan perkebunan, raga dan nafas mulai tidak berpadu sinkron. Nyali dan semangat mulai bimbang untuk melanjutkan sebuah perjalanan. Tetapi dengan keyakinan, kekuatan hati, dorongan semangat, dan berserah diri kepadaNYA akhirnya kaki kita bersama-sama melanjutkan perjalanan sampai puncak impian. Langit gelap mulai menyapa, Adzan maghribpun bergema disetiap sudut perkotaan yang mendorongku untuk tetap melangkah hingga tempat peristirahatan tenda dengan api unggun, teh hangat, mie instan kornet penghangat kebersamaan kita kala beribu bintang malam ikut menemani J
Rindu kebersamaan itu kawan, insyaAllah jika Allah ridho untuk kesempatan selanjutnya.
Apotek, untuk pertama kalinya kita mencoba sebuah hal baru didunia kerja. Rasa yang sama-sama kita rasakan dari senang, bingung, takut, grogi, cemas, kita lalui untuk belajar bersama. Dari situlah tanpa tersadar kita belajar untuk mengikuti arus keluar dari zona nyaman. Terik matahari siang dengan angin yang meninabobo’kan memulai aktivitas kala itu hingga awan gelap dengan dinginnya kaliurang sebagai pengantar kepulangan.
Dan perjungan kitapun sampai pada penantian bersama-sama J, cita-cita dan impian kita sama, hanya waktu dan tempat yang kini membedakan kita..
Kamu yang terkesan kadang cuek, kadang manja,
dan galau yang bikin orang serumah jengkel sama si pembuat galau, hahaha..
makasih untuk semua selama kebersamaan kita :*
makasi selalu ada di hari yang mungkin membuat kesan istimewa tersendiri dalam catatan hidupku, maaf jika diri ini belum mampu menjadi teman yang sempurna untukmu, teman yang selalu ada di setiap hari istimewa dan spesialmu, Tapi dengan tropi janji kita.. InsyaAllah kaki ini tergerak atas izinNYA menjabahi setiap sudut kebahagiaan yang nantinya bergilir diantara kita. Amin J
makasi selalu ada di hari yang mungkin membuat kesan istimewa tersendiri dalam catatan hidupku, maaf jika diri ini belum mampu menjadi teman yang sempurna untukmu, teman yang selalu ada di setiap hari istimewa dan spesialmu, Tapi dengan tropi janji kita.. InsyaAllah kaki ini tergerak atas izinNYA menjabahi setiap sudut kebahagiaan yang nantinya bergilir diantara kita. Amin J
Selamat mengulang hari lahir yah itong, Happy Milad.. Barokalloh umurnya “22”
Semoga slalu dlm penjagaanNYA, Sukses dunia akhirat, Panjang umur, dimudahkan dalam segala urusan, tambah dewasa, tambah cantik, tambah sholehah, langgeng sama Gyo, Dikuatkan iman islamnya.Amiiiin :****
Happy Birthday To You "22" :**
Rabu, 24 September 2014
Ibukota Backpacker
Saat
kaki mulai menapak di ibukota yang banyak orang bilang kota dengan isinya yang
kejam dengan segalanya, Kata “Ibu Kota” adalah sebutan yang luar biasa pada
kota ini.. Yang seharusnya menjadi Induk dan pembimbing yang baik untuk kota
lainnya. Senja menemani perjalanan pertamaku, rasa lelah dan senang yang beradu
ketika 3 hal dalam pikiran menjadi satu yang menjadi tujuan kaki melangkah ke
ibukota.
Dengan
meminta perlindunganNYA selama berada di ibukota, dan seketika bunyi kereta api
berlalu dari sudut pandanganku membangunkanku dari lamunan dan rasa bimbang
yang menyelimuti saat itu. Dengan tegas mengambil tindakan kini pandanganku
sudah dihadapkan dengan mini bus yang akan mengantarkanku menuju persinggahan
selama di Ibukota, berbekal “malu bertanya sesat dijalan” itulah mengapa diri
ini bisa disebut ngebolang diIbu kota :p
Padatnya
jalanan malam minggu yang banyak orang bilang harinya para remaja, tapi tidak
begitu dengan ibukota, anak-anak sampai kakek-nenekpun terlihat ikut memadati
kota ini. Malam yang sangat ramai dengan gemerlap lampu kota tak kalah dengan
cahaya langit yang mulai gelap kala itu. Ketika mata mulai tak tertahan untuk
bekerja sama tetapi otak terus mempengaruhi untuk tetap bertahan melihat
kemegahan ibukota, dan akhirnya sampailah ketempat persinggahanku dan menikmati
malam minggu di kota Tangerang..alhamdulillah tujuan 1 tercapai..hehe
Bertemu
dengan kawan yang sudah lama tak jumpa mengenakan baju garis2 biru muda yang
tiba-tiba menghampiriku dalam sebuah mimpi malamku tadi, seketika terdengar panggilan
dari Allah adzan shubuh dan gemericik kran air membangunkanku untuk segera
bergegas menghadapNYA dan bersiap-siap menuju tujuan 2. Dengan motor putih
berbodi besar aku diantar menuju tempat tujuan sebelum matahari terbit dan
udara yang sedikit menusuk pori-pori kulit, perjalanan yang lumayan sekitar 1,5
jam melewati padatnya ibukota yang sudah terbayangkan sebelumnya.
Dengan
keyakinan diri sampailah di tujuan 2, bertemu dengan ribuan orang yang memiliki
tujuan yang sama memadati Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Berpetualang
dimulai saat terik matahari ibukota mulai terasa menyengat dikulit, berprinsip
untuk tidak merepotkan dan membebani orang lain, memberanikan diri kaki
melangkah dari masjid berputar GBK yang lumayan membuat kaki lecet, dengan
modal mulut akhirnya kopaja yang akan mengantarku, berkeliling Ibukota dengan
kopaja bagiku tak menjadi masalah selagi diri tak terganggu. Usut punya usut
kopaja berakhir di terminal JakSel, dan itu bukan tempat yang ku maksud. Dengan
tas yang lumayan membuat badan dan tangan lelah membawanya aku bergegas
mengambil tindakan yaitu Busway Trans-Jakarta. Dibawanya aku keliling JakSel
dan JakPusat, transit Matraman untuk berpindah Busway aku lakoni.. Akhirnya
halte Senen inilah yang aku maksud, berjalan sampai tempat pemberhentian kereta
api. Rasa lelah dan terik matahari yang luar biasa setelah berkeliling ibukota
seorang diri akhirnya disegarkan oleh air wudhu yang seketika sedikit
menghilangkan rasa lelah. 4jam menguji kesabaran penantian menuju halaman
rumah.
Didalam
penantian, aku dihadapkan oleh seorang anak membawa karung dan membuka satu
demi satu bak sampah disekitar tempatku bersandar. Matapun berlinang saat
melihatnya memakan dan meminum sisa makanan dalam tong sampah itu, ternyata
airmata ini dari Allah mengingatkanku agar lebih banyak bersyukur dalam semua
hal, walaupun tujuan ke 3 tak terwujud saat itu mungkin lain waktu yang sudah
DIA rencanakan.
Panggilan
kereta yang akan mengantarkanku sudah terdengar bersamaan dengan adzan Maghrib
yang berkumandang, kaki yang melangkah menuju loket penukaran tiba-tiba Allah
menggerakkan kaki untuk berputar menuju mushola, Allah dulu kata hati
terdengar. Jika DIA ridho tak mungkin aku akan tertinggal karena ini panggilanNYA,
DIA yang Maha segalanya. Kalaupun tertinggal akan ada jalan lain yang DIA
siapkan. Alhamdulillah menuju kereta dan bergegas untuk duduk, bunyi kereta dan
roda bergerak yang menandakan keberangkatan, Thanks GOD.. bye Ibukota J
Sabtu, 13 September 2014
Sang Inspirator
Beliau adalah sosok religi dan smart dimataku.. beliau adalah seorang politikus yang religius dengan gelar Prof. Dr. didepan namanya yang kini dimiliki beliau menambah kekagumanku dari sejak ku menduduki bangku SD sampai saat ini lulus kuliah. Diri ini ingin memiliki gelar Dr. seperti beliau, tapi apa daya saat ini menuju S2 saja belum tercapai karena Allah belum berkehendak. Semoga suatu saat nanti.. amin.
Kala itu bapak selalu memberikan dongeng sebelum tidur saat gadis kecilnya ini begitu manja berada di pelukannya, yang selalu terngiang dalam memori selain dongeng cerita rakyat yaitu bapak selalu menceritakan sang inspirator ini untuk cambuk cita-cita impian putrinya ini setinggi langit.
Sang inspirator ini adalah teman semasa kecil bapak yang begitu cerdas , ulet dan pantang menyerah di Muntilan dan Pondok Pabelan. Sang inspirator berjuang demi cita-citanya dimulai dari 0, dari yang kehabisan uang saku untuk merantau mengejar impianpun pernah dilewati sang inspirator ini. Seseorang yang besar tidak selalu berasal dari keluarga yang besar, karena semua itu didapat dengan ikhtiar yang tak kenal lelah.. pesan bapak kala itu.
Layar kaca televisipun mulai sering terlihat wajah sang inspirator ini, seorang politikus, rektor, motivator dalam tulisan-tulisan indah buku ciptaannya dan kini beliau akan menjadi calon wakil rakyat dalam bidang keagamaan karena religiusnya.
Bangga
melihat sang inspirator semakin menjulang dengan karir kesuksesannya yang
semoga bermanfaat Rahmatan Lil’Alamin. Bapak tak lagi berdiskusi denganku
tentang pesan, nasehat dan mengikuti kesuksesan sang inspirator. Beliau lebih
dahulu dalam pelukanNYA karena Allah menyayangi bapak. Seperti pesan bapak yang
kalau itu lama tak mendengar kabar langsung dari sang inspirator, semoga suatu
saat andai Allah mengizinkan diri ini bertemu beliau bisa terwujud. Selain
cambukan semangat dari sebuah buku sang inspirator, cerita dan nasehat bapak.. Diri
ini ingin mendapat cambukan duniawi dan akhirat langsung dari sang inspirator..
Amiin :)
Prof. Dr. Komarudin Hidayat
Kamis, 14 November 2013
Allah Ada DiHatiku
Semenjak lulus dari suatu perguruan tinggi aku
bergelar Sarjana Ekonomi, aku bekerja disalah satu bank dikota Pelajar.. aku
memiliki pacar yang sudah cukup lama terjalin sekitar 4 tahun.. tapi perjalanan
kami kandas siterpa badai yang membuatku geram dan terpuruk. Tak sadar hingga
umurku 30 tahun aku single dan adik-adik perempuanku sudah mendahuluiku menikah..
6 tahun aku bergelut dengan pekerjaanku dan sibuk mengurus karirku, tak peduli
dengan dunia diluar sana termasuk seorang pria dan ibadahkupun terbengkelai
dengan kesibukanku. Mengejar dunia memang tak ada habisnya dan membuat aku lupa
dengan segalanya.
Tak
lama setelah itu tepat 31 tahun umurku, datang seorang pria yang sholeh, mapan,
baik. Dia rekan kerjaku, mungkin bisa disebut seperti sajak jawa “Tresno
jalaran soko kulino” . Dia memintaku untuk menjadi wanita yang sempurna dan
solehah, tapi dia tak pernah menuntunku dan mengajakku untuk sedikit demi
sedikit aku terbebas dengan duniaku yang fana, dia selalu menuntutku untuk
melakukan yang terbaik seperti yang dia mau. Tak lama hubungan kami berjalan..
hanya 1 bulan. Diakhir kisah kita dia membiarkanku dan melepasku seperti
layangan yang masih belum kuat tiba-tiba dia lepas, akupun terombang-ambing
dalam ketidaktahuanku. Aku ingin berubah menjadi lebih baik seperti apa yang
dia mau.. diapun memutuskan hubungan kita sampai disini dengan alasan dia tidak
cocok denganku karena aku bukan wanita yang dia inginkan.
Saat
itu aku langsung terpuruk dan hidup rasanya sudah tidak berarti lagi.. terbesit
dalam fikiran begitu kejamnya dunia.. betapa kejamnya Tuhan memberiku cobaan, ternyata
dengan semangatku mengejar dunia tidak menjamin kebahagian bagiku lahir batin.
Harta banyak aku dapatkan sebagai wanita karier.. tetapi Allah dan kehidupan
akhirat belum aku dapatkan. Aku tersadar dengan kejadian itu seharusnya aku
keluar dari zona titik kesibukanku itu hingga aku melupakan segala, aku tak
pernah melihat dunia luar yang seharusnya aku dapatkan. Pria sholeh yang
meninggalkanku mungkin dia tersadar bahwa masih banyak wanita sholehah diluar
sana yang mengerti apa artinya hidup yang sesungguhnya. Apa yang harus aku
lakukan Allah? Aku seorang hamba yang lemah dan buta akan agama..?
Aku harus bangkit dari keterpurukan ini.. aku harus berusaha dan keluar dari zona keterpurukanku.. aku mencari sebuah tempat dan ilmu yang bia membuatku bangkit dan tersadar.. hampir semua masjid di kota pelajar tak ragu aku datangi. Hampir semua info kajian yang aku dapatkan tak ragu juga aku ikuti. Setelah kejadian itu terjadi aku memutuskan untuk berhijab dengan kekuatan dan keyakinan hati. Sekarang hidupku merasa lebih berarti.. aku tak pernah takut untuk gagal.. ada Allah dihatiku.. selalu berprangka baik dan positif denganNYA.. karena apa yang diberikan DIA untukku adalah yang terbaik.. kegagalanku dalam menemukan jodoh adalah tangga untuk mendapatkan jodoh yang tepat pilihanNYA. DIA tak pernah salah memilihkan untukku. Aku bersyukur saat memutar memori masa laluku, pria sholeh itu memang sempurna menurutku, tetapi tidak dan bukan terbaik untukku menurutNYA.. dia tidak bisa menerima keadaanku kala itu, dia tak membimbingku kejalanNYA, Aku percaya kuasaNYA.. DIA sangat sayang padaku.. Barokalloh :)
Aku harus bangkit dari keterpurukan ini.. aku harus berusaha dan keluar dari zona keterpurukanku.. aku mencari sebuah tempat dan ilmu yang bia membuatku bangkit dan tersadar.. hampir semua masjid di kota pelajar tak ragu aku datangi. Hampir semua info kajian yang aku dapatkan tak ragu juga aku ikuti. Setelah kejadian itu terjadi aku memutuskan untuk berhijab dengan kekuatan dan keyakinan hati. Sekarang hidupku merasa lebih berarti.. aku tak pernah takut untuk gagal.. ada Allah dihatiku.. selalu berprangka baik dan positif denganNYA.. karena apa yang diberikan DIA untukku adalah yang terbaik.. kegagalanku dalam menemukan jodoh adalah tangga untuk mendapatkan jodoh yang tepat pilihanNYA. DIA tak pernah salah memilihkan untukku. Aku bersyukur saat memutar memori masa laluku, pria sholeh itu memang sempurna menurutku, tetapi tidak dan bukan terbaik untukku menurutNYA.. dia tidak bisa menerima keadaanku kala itu, dia tak membimbingku kejalanNYA, Aku percaya kuasaNYA.. DIA sangat sayang padaku.. Barokalloh :)
Selasa, 12 November 2013
PencarianMU Rabb
Real :)
5 Tahun lalu aku adalah sesosok wanita hebat yang dicari bos-bos berbagai bank ternama di Indonesia, dikejar investor-investor asing untuk bekerja sama, Karena saat itu bisa dibilang aku adalah tangan kanan orang-orang penting bank ternama di Indonesia. Kehidupanku dijalanan hampir 24 jam setiap hari, keberadaanku tak menetap dan menapakkan kaki ditempat yang berbeda yang kadang orang melihatku seperti kupu-kupu berlarian kesana kemari.. dalam satu hari kadang kaki ini menapak ke Australia, Indonesia, Malaysia.. hampir setiap minggu aku keliling negara-negara tetangga.. Saat bosan melanda tiket penerbangan ke Paris, Jepang, Singapure dll begitu mudahnya, butuh sesuatu yang aku inginkan begitu mudahnya juga akan ku dapatkan. Begitulah kehidupanku saat itu, orang melihat mungkin berpandangan begitu sempurnanya aku mendapatkan kesenangan dunia.
Beberapa
tahun aku lalui kehidupan ini, tiba-tiba aku merenung dibawah cahaya bintang
yang bersinar terang beratapkan langit malam dengan pemandangan kolam yang
berwarna biru, cahaya kota malam yang ikut menemani, suara musik disko kencang
berbunyi didalam, akupun duduk di kursi berteduh payung kecil berwarna-warni
dengan hidangan malam yang begitu menggoda, tetapi dari semua itu hanya
bintanglah yang membuatku terpesona hingga meneteskan air mata. Akupun bertanya
kepada diriku ini kenapa hati ini kosong.. sangat kosong.. sangat begitu
kosong, semua kebahagiaan dunia bisa ku dapat tetapi Yang Maha Memiliki dimana?
Tak ada dihatiku.. Hambar, kosong, dan tak ada rasanya sama sekali. Akupun
tersadar selama ini aku jauuuuuh sekali denganNYA, aku hanya memikir kan
kehidupan duniaku saja, aku egois memikirkan diriku sendiri. Kehidupanku
sekarang membawa arus semakin menjauh dariNYA.. sholat yang menjadi tiang
agamaku tak pernah aku sempatkan.. waktu sholat selalu disibukkan dengan client , apalagi menolong sesama tidak
mungkin ada waktu dengan seabrek pekerjaanku itu.. aku tak pernah menjalankan
perintahNYA.. kebahagiaanku sekarang hanya uang, club malam, nongkrong dan
berlibur kemanapun yang aku mau. Air mata seketika mengalir deras membasahi
pipi sangat lembut, aku butuh DIA ada dihatiku.. dan aku butuh pendamping untuk
kehidupan dunia dan akhiratku, Allah dan jodoh tak pernah ku pedulikan, semua
terabaikan dengan duniaku sekarang. Apa yang harus aku lakukan Allah?
Tak
lama setelah itu tepatnya 2010, terdengar kabar ditelingaku gunung Merapi
Yogyakarta meletus begitu dahsyatnya, korban dan kerusakan dimana-mana. Saat
sayapku mulai beraksi terbang kesana kemari untuk menemui client dan rapat dimana-mana, mataku selalu berpusat pada gunung
Merapi.. terbesit dalam fikiranku “apa yang bisa aku lakukan untuk menolong
mereka, aku tak ingin lagi egois yang hanya mementingkan diriku sendiri, mereka
disana butuh uluran tangan dariku.. Aku tak pantas hanya memikirkan dan
berencana, aku harus bertindak”. Tak lama setelah itu akupun meminta cuti
kepada bos beberapa hari. Seketika bos menawarkan cutiku untuk berlibur
kemanapun yang aku mau, tapi itu semua sekarang bukan apa yang aku inginkan.
Sesampainya
di Jogja akupun berlarian menghapiri posko-posko merapi, sayangnya mereka tak
ada yang menerimaku sebagai relawan karena aku hanya memiliki kemampuan Ekonomi
bukan Kesehatan. Keinginanku tak rapuh dan mencari informasi dimanapun tentang
bantuan yang dapat aku lakukan untuk mereka. Tak lama kemudian aku dibutuhkan
untuk membantu menjadi relawan bermodal tenaga bukan ahli medis yang banyak
dibutuhkan. Uangku tak sadar menipis untuk perjalanan kesana kemari, saat itu
aku hanya membawa baju 3 lapis dan uang yang tak begitu banyak. Sekarang uangku
tersisa 15.000,- dan tanpa fikir panjang akupun meminta tolong bos diperusahaan
kayu terbesar di Indonesia untuk mengirimkan 2 truk kayu ke Jogja sebagai
alternatif untuk memasak. Tak terasa libur cutiku sudah habis, tapi hatiku tak
lagi disana.. aku ingin menolong mereka disini, mereka masih membutuhkan uluran
tanganku. Tanpa fikir panjang akupun meminta berhenti dari pekerjaanku itu,
syok hebat tanggapan bosku kala itu “apa? Serius? Jangan main-main.. sekarang
kamu dimana? Saya datangin kamu kesitu”.
Bos
datang ketempatku berada di posko Merapi, bos terheran-heran dan berkata “ ini
jalan pilihanmu? Saya tidak bisa memaksamu, tetapi perusahaan selalu terbuka
lebar untukmu jika ingin bergabung lagi bersama kita dan apapun jabatan yang
kamu mau akan aku turuti”. Rasanya bumi runtuh dan hujan badai menerpaku kala
itu.. tapi dengan tegas dan keyakinan hati inilah pilihanku menuju jalanNYA. ATM
tak ku pedulikan dimana, rumah ku titipkan teman-temanku disana, hartaku semua
ku tinggalkan. Sebelum bos pergi aku di hadiahkan sebuah amplop olehnya dengan
isi uang sebesar 15.000.000,- alhamdulillah sangat bersyukur.
Sangat-sangat bersyukur kini hidupku walaupun
uang dan kesenangan dunia tak lagi kudapatkan dan tamparan setiap hari aku
rasakan saat melihat mereka tergeletak dengan kondisi yang sangat tidak kuat ku
melihatnya.. gosong, kulit mengelupas dan banyak lagi lainnya. Air mata tak
berhenti mengalir “beginilah besok saat aku dijemput ajalku.. tak membawa
hartaku satupun.. tapi ibadahlah bekalku untuk akhirat kelak.. kenapa dulu aku
harus mengejar duniaku saja ,Allah maafkan aku.. aku butuh Engkau dihatiku”.
Merapi mulai membaik.. semua korban sudah
menempati rumah-rumah yang disiapkan pemerintah. Sekarang hidupku di Jogja
seperti gelandangan yang tak punya langkah harus kemana untuk mencari ridho dan
jalanNYA.. Setelah mencari berbagai info akupun akhirnya tinggal di pesantren
Tahfidz tempat santriwan dan santriwati menuntut ilmu dan menjadi hafidz dan
hafidzah Al-Quran. Aku mencari DIA dari ujung sampai ujung sampai kepelosokpun
akan aku lalui. DIA memang dihatiku tetapi untuk tetap istiqomah akupun butuh
banyak belajar.
Orang tua memang tak pernah menyetujui jalanku
saat ini.. kenapa aku meningglkan pekerjaan itu begitu saja dan sekarang
menjadi pengangguran. Kesibukanku sekarang kajian, hafal al-Quran dan seiring
dengan mencai pekerjaan yang selalu dijalanNYA..
Suatu ketika aku sangat lapar dan uangpun tak
cukup untuk makan, aku yakin Allah tidak akan membiarkan hambanya jika sedang
membutuhkan pertolonganNYA, DIA tidak tidur.. yang punya rizky hanya DIA, maka
meminta juga hanya padaNYA. Aku melangkahkan kaki kemasjid dan berdoa dengan
airmata yang tak tertahan saat itu “Allah aku lapar.. jika engkau ridho beri
kemudahan aku berusaha untuk mendapatkannya”. Tak lama setelah itu ada wanita
setangah baya yang datang menghampiriku dan bertanya jadwal kajian dimasjid
ini, tiba-tiba wanita setengah baya itu menangis dan menceritakan masalah yang
sedang dihadapinya, aku berusaha menenangkan dan memberi sedikit masukan yang
pernah aku pelajari dari mengajiku selama ini. Tiba-tiba Allah menjawab do’aku,
wanita setengah baya itu mengajakku makan dan mengajakku kerumahnya dengan
oleh-oleh dari beliau sebuah amplop berisi 500.000,- . Tak ada yang kebetulan J
Seiring berjalannya waktu aku diberi banyak
kepercayaan oleh orang-orang hebat dan ustadz untuk mengelola usahanya. Sampai
saat ini aku banyak diberi kesibukan mengelola tahfidz, organisasi sedekah, mengelola
usaha dan aku diberi kepercayaan untuk tinggal dirumah milik salah seorang
ustadz untuk merawatnya yang bagiku itu tergolong mewah seperti rumahku dulu
yang ku tinggalkan, Kesibukanku sekarang berlarian kesana kemari seperti
kupu-kupu layaknya saat itu tetapi kesibukanku sekarang semakin mendekatkan aku
kepadaNYA dan aku merasa hidup ini begitu sempurna dengan kehadiran orang-orang
disekelilingku. Allah sayang kepadaku dengan caranya menunjukkan jalanku yang
sekarang bermanfaat untuk diriku, orang lain dan akhirat insyallah.. inilah
hidup yang sebenarnya.. barokalloh J
Langganan:
Komentar (Atom)




