Kamis, 14 November 2013

Allah Ada DiHatiku

Semenjak lulus dari suatu perguruan tinggi aku bergelar Sarjana Ekonomi, aku bekerja disalah satu bank dikota Pelajar.. aku memiliki pacar yang sudah cukup lama terjalin sekitar 4 tahun.. tapi perjalanan kami kandas siterpa badai yang membuatku geram dan terpuruk. Tak sadar hingga umurku 30 tahun aku single dan adik-adik perempuanku sudah mendahuluiku menikah.. 6 tahun aku bergelut dengan pekerjaanku dan sibuk mengurus karirku, tak peduli dengan dunia diluar sana termasuk seorang pria dan ibadahkupun terbengkelai dengan kesibukanku. Mengejar dunia memang tak ada habisnya dan membuat aku lupa dengan segalanya.
            Tak lama setelah itu tepat 31 tahun umurku, datang seorang pria yang sholeh, mapan, baik. Dia rekan kerjaku, mungkin bisa disebut seperti sajak jawa “Tresno jalaran soko kulino” . Dia memintaku untuk menjadi wanita yang sempurna dan solehah, tapi dia tak pernah menuntunku dan mengajakku untuk sedikit demi sedikit aku terbebas dengan duniaku yang fana, dia selalu menuntutku untuk melakukan yang terbaik seperti yang dia mau. Tak lama hubungan kami berjalan.. hanya 1 bulan. Diakhir kisah kita dia membiarkanku dan melepasku seperti layangan yang masih belum kuat tiba-tiba dia lepas, akupun terombang-ambing dalam ketidaktahuanku. Aku ingin berubah menjadi lebih baik seperti apa yang dia mau.. diapun memutuskan hubungan kita sampai disini dengan alasan dia tidak cocok denganku karena aku bukan wanita yang dia inginkan.

            Saat itu aku langsung terpuruk dan hidup rasanya sudah tidak berarti lagi.. terbesit dalam fikiran begitu kejamnya dunia.. betapa kejamnya Tuhan memberiku cobaan, ternyata dengan semangatku mengejar dunia tidak menjamin kebahagian bagiku lahir batin. Harta banyak aku dapatkan sebagai wanita karier.. tetapi Allah dan kehidupan akhirat belum aku dapatkan. Aku tersadar dengan kejadian itu seharusnya aku keluar dari zona titik kesibukanku itu hingga aku melupakan segala, aku tak pernah melihat dunia luar yang seharusnya aku dapatkan. Pria sholeh yang meninggalkanku mungkin dia tersadar bahwa masih banyak wanita sholehah diluar sana yang mengerti apa artinya hidup yang sesungguhnya. Apa yang harus aku lakukan Allah? Aku seorang hamba yang lemah dan buta akan agama..?
            Aku harus bangkit dari keterpurukan ini.. aku harus berusaha dan keluar dari zona keterpurukanku.. aku mencari sebuah tempat dan ilmu yang bia membuatku bangkit dan tersadar.. hampir semua masjid di kota pelajar tak ragu aku datangi. Hampir semua info kajian yang aku dapatkan tak ragu juga aku ikuti. Setelah kejadian itu terjadi aku memutuskan untuk berhijab dengan kekuatan dan keyakinan hati. Sekarang hidupku merasa lebih berarti.. aku tak pernah takut untuk gagal.. ada Allah dihatiku.. selalu berprangka baik dan positif denganNYA.. karena apa yang diberikan DIA untukku adalah yang terbaik.. kegagalanku dalam menemukan jodoh adalah tangga untuk mendapatkan jodoh yang tepat pilihanNYA. DIA tak pernah salah memilihkan untukku. Aku bersyukur saat memutar memori masa laluku, pria sholeh itu memang sempurna menurutku, tetapi tidak dan bukan terbaik untukku menurutNYA.. dia tidak bisa menerima keadaanku kala itu, dia tak membimbingku kejalanNYA, Aku percaya kuasaNYA.. DIA sangat sayang padaku.. Barokalloh :)