Rabu, 24 September 2014

Ibukota Backpacker

                Saat kaki mulai menapak di ibukota yang banyak orang bilang kota dengan isinya yang kejam dengan segalanya, Kata “Ibu Kota” adalah sebutan yang luar biasa pada kota ini.. Yang seharusnya menjadi Induk dan pembimbing yang baik untuk kota lainnya. Senja menemani perjalanan pertamaku, rasa lelah dan senang yang beradu ketika 3 hal dalam pikiran menjadi satu yang menjadi tujuan kaki melangkah ke ibukota.

                Dengan meminta perlindunganNYA selama berada di ibukota, dan seketika bunyi kereta api berlalu dari sudut pandanganku membangunkanku dari lamunan dan rasa bimbang yang menyelimuti saat itu. Dengan tegas mengambil tindakan kini pandanganku sudah dihadapkan dengan mini bus yang akan mengantarkanku menuju persinggahan selama di Ibukota, berbekal “malu bertanya sesat dijalan” itulah mengapa diri ini bisa disebut ngebolang diIbu kota :p

                Padatnya jalanan malam minggu yang banyak orang bilang harinya para remaja, tapi tidak begitu dengan ibukota, anak-anak sampai kakek-nenekpun terlihat ikut memadati kota ini. Malam yang sangat ramai dengan gemerlap lampu kota tak kalah dengan cahaya langit yang mulai gelap kala itu. Ketika mata mulai tak tertahan untuk bekerja sama tetapi otak terus mempengaruhi untuk tetap bertahan melihat kemegahan ibukota, dan akhirnya sampailah ketempat persinggahanku dan menikmati malam minggu di kota Tangerang..alhamdulillah tujuan 1 tercapai..hehe

                Bertemu dengan kawan yang sudah lama tak jumpa mengenakan baju garis2 biru muda yang tiba-tiba menghampiriku dalam sebuah mimpi malamku tadi, seketika terdengar panggilan dari Allah adzan shubuh dan gemericik kran air membangunkanku untuk segera bergegas menghadapNYA dan bersiap-siap menuju tujuan 2. Dengan motor putih berbodi besar aku diantar menuju tempat tujuan sebelum matahari terbit dan udara yang sedikit menusuk pori-pori kulit, perjalanan yang lumayan sekitar 1,5 jam melewati padatnya ibukota yang sudah terbayangkan sebelumnya.

                Dengan keyakinan diri sampailah di tujuan 2, bertemu dengan ribuan orang yang memiliki tujuan yang sama memadati Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Berpetualang dimulai saat terik matahari ibukota mulai terasa menyengat dikulit, berprinsip untuk tidak merepotkan dan membebani orang lain, memberanikan diri kaki melangkah dari masjid berputar GBK yang lumayan membuat kaki lecet, dengan modal mulut akhirnya kopaja yang akan mengantarku, berkeliling Ibukota dengan kopaja bagiku tak menjadi masalah selagi diri tak terganggu. Usut punya usut kopaja berakhir di terminal JakSel, dan itu bukan tempat yang ku maksud. Dengan tas yang lumayan membuat badan dan tangan lelah membawanya aku bergegas mengambil tindakan yaitu Busway Trans-Jakarta. Dibawanya aku keliling JakSel dan JakPusat, transit Matraman untuk berpindah Busway aku lakoni.. Akhirnya halte Senen inilah yang aku maksud, berjalan sampai tempat pemberhentian kereta api. Rasa lelah dan terik matahari yang luar biasa setelah berkeliling ibukota seorang diri akhirnya disegarkan oleh air wudhu yang seketika sedikit menghilangkan rasa lelah. 4jam menguji kesabaran penantian menuju halaman rumah.

                Didalam penantian, aku dihadapkan oleh seorang anak membawa karung dan membuka satu demi satu bak sampah disekitar tempatku bersandar. Matapun berlinang saat melihatnya memakan dan meminum sisa makanan dalam tong sampah itu, ternyata airmata ini dari Allah mengingatkanku agar lebih banyak bersyukur dalam semua hal, walaupun tujuan ke 3 tak terwujud saat itu mungkin lain waktu yang sudah DIA rencanakan.


                Panggilan kereta yang akan mengantarkanku sudah terdengar bersamaan dengan adzan Maghrib yang berkumandang, kaki yang melangkah menuju loket penukaran tiba-tiba Allah menggerakkan kaki untuk berputar menuju mushola, Allah dulu kata hati terdengar. Jika DIA ridho tak mungkin aku akan tertinggal karena ini panggilanNYA, DIA yang Maha segalanya. Kalaupun tertinggal akan ada jalan lain yang DIA siapkan. Alhamdulillah menuju kereta dan bergegas untuk duduk, bunyi kereta dan roda bergerak yang menandakan keberangkatan, Thanks GOD.. bye Ibukota J