Selasa, 12 November 2013

PencarianMU Rabb

Real :)

            5 Tahun lalu aku adalah sesosok wanita hebat yang dicari bos-bos berbagai bank ternama di Indonesia, dikejar investor-investor asing untuk bekerja sama, Karena saat itu bisa dibilang aku adalah tangan kanan orang-orang penting bank ternama di Indonesia. Kehidupanku dijalanan hampir 24 jam setiap hari, keberadaanku tak menetap dan menapakkan kaki ditempat yang berbeda yang kadang orang melihatku seperti kupu-kupu berlarian kesana kemari.. dalam satu hari kadang kaki ini menapak ke Australia, Indonesia, Malaysia.. hampir setiap minggu aku keliling negara-negara tetangga.. Saat bosan melanda tiket penerbangan ke Paris, Jepang, Singapure dll begitu mudahnya, butuh sesuatu yang aku inginkan begitu mudahnya juga akan ku dapatkan. Begitulah kehidupanku saat itu, orang melihat mungkin berpandangan begitu sempurnanya aku mendapatkan kesenangan dunia.
            Beberapa tahun aku lalui kehidupan ini, tiba-tiba aku merenung dibawah cahaya bintang yang bersinar terang beratapkan langit malam dengan pemandangan kolam yang berwarna biru, cahaya kota malam yang ikut menemani, suara musik disko kencang berbunyi didalam, akupun duduk di kursi berteduh payung kecil berwarna-warni dengan hidangan malam yang begitu menggoda, tetapi dari semua itu hanya bintanglah yang membuatku terpesona hingga meneteskan air mata. Akupun bertanya kepada diriku ini kenapa hati ini kosong.. sangat kosong.. sangat begitu kosong, semua kebahagiaan dunia bisa ku dapat tetapi Yang Maha Memiliki dimana? Tak ada dihatiku.. Hambar, kosong, dan tak ada rasanya sama sekali. Akupun tersadar selama ini aku jauuuuuh sekali denganNYA, aku hanya memikir kan kehidupan duniaku saja, aku egois memikirkan diriku sendiri. Kehidupanku sekarang membawa arus semakin menjauh dariNYA.. sholat yang menjadi tiang agamaku tak pernah aku sempatkan.. waktu sholat selalu disibukkan dengan client , apalagi menolong sesama tidak mungkin ada waktu dengan seabrek pekerjaanku itu.. aku tak pernah menjalankan perintahNYA.. kebahagiaanku sekarang hanya uang, club malam, nongkrong dan berlibur kemanapun yang aku mau. Air mata seketika mengalir deras membasahi pipi sangat lembut, aku butuh DIA ada dihatiku.. dan aku butuh pendamping untuk kehidupan dunia dan akhiratku, Allah dan jodoh tak pernah ku pedulikan, semua terabaikan dengan duniaku sekarang. Apa yang harus aku lakukan Allah?
            Tak lama setelah itu tepatnya 2010, terdengar kabar ditelingaku gunung Merapi Yogyakarta meletus begitu dahsyatnya, korban dan kerusakan dimana-mana. Saat sayapku mulai beraksi terbang kesana kemari untuk menemui client dan rapat dimana-mana, mataku selalu berpusat pada gunung Merapi.. terbesit dalam fikiranku “apa yang bisa aku lakukan untuk menolong mereka, aku tak ingin lagi egois yang hanya mementingkan diriku sendiri, mereka disana butuh uluran tangan dariku.. Aku tak pantas hanya memikirkan dan berencana, aku harus bertindak”. Tak lama setelah itu akupun meminta cuti kepada bos beberapa hari. Seketika bos menawarkan cutiku untuk berlibur kemanapun yang aku mau, tapi itu semua sekarang bukan apa yang aku inginkan.
            Sesampainya di Jogja akupun berlarian menghapiri posko-posko merapi, sayangnya mereka tak ada yang menerimaku sebagai relawan karena aku hanya memiliki kemampuan Ekonomi bukan Kesehatan. Keinginanku tak rapuh dan mencari informasi dimanapun tentang bantuan yang dapat aku lakukan untuk mereka. Tak lama kemudian aku dibutuhkan untuk membantu menjadi relawan bermodal tenaga bukan ahli medis yang banyak dibutuhkan. Uangku tak sadar menipis untuk perjalanan kesana kemari, saat itu aku hanya membawa baju 3 lapis dan uang yang tak begitu banyak. Sekarang uangku tersisa 15.000,- dan tanpa fikir panjang akupun meminta tolong bos diperusahaan kayu terbesar di Indonesia untuk mengirimkan 2 truk kayu ke Jogja sebagai alternatif untuk memasak. Tak terasa libur cutiku sudah habis, tapi hatiku tak lagi disana.. aku ingin menolong mereka disini, mereka masih membutuhkan uluran tanganku. Tanpa fikir panjang akupun meminta berhenti dari pekerjaanku itu, syok hebat tanggapan bosku kala itu “apa? Serius? Jangan main-main.. sekarang kamu dimana? Saya datangin kamu kesitu”.
            Bos datang ketempatku berada di posko Merapi, bos terheran-heran dan berkata “ ini jalan pilihanmu? Saya tidak bisa memaksamu, tetapi perusahaan selalu terbuka lebar untukmu jika ingin bergabung lagi bersama kita dan apapun jabatan yang kamu mau akan aku turuti”. Rasanya bumi runtuh dan hujan badai menerpaku kala itu.. tapi dengan tegas dan keyakinan hati inilah pilihanku menuju jalanNYA. ATM tak ku pedulikan dimana, rumah ku titipkan teman-temanku disana, hartaku semua ku tinggalkan. Sebelum bos pergi aku di hadiahkan sebuah amplop olehnya dengan isi uang sebesar 15.000.000,- alhamdulillah sangat bersyukur.
Sangat-sangat bersyukur kini hidupku walaupun uang dan kesenangan dunia tak lagi kudapatkan dan tamparan setiap hari aku rasakan saat melihat mereka tergeletak dengan kondisi yang sangat tidak kuat ku melihatnya.. gosong, kulit mengelupas dan banyak lagi lainnya. Air mata tak berhenti mengalir “beginilah besok saat aku dijemput ajalku.. tak membawa hartaku satupun.. tapi ibadahlah bekalku untuk akhirat kelak.. kenapa dulu aku harus mengejar duniaku saja ,Allah maafkan aku.. aku butuh Engkau dihatiku”.
Merapi mulai membaik.. semua korban sudah menempati rumah-rumah yang disiapkan pemerintah. Sekarang hidupku di Jogja seperti gelandangan yang tak punya langkah harus kemana untuk mencari ridho dan jalanNYA.. Setelah mencari berbagai info akupun akhirnya tinggal di pesantren Tahfidz tempat santriwan dan santriwati menuntut ilmu dan menjadi hafidz dan hafidzah Al-Quran. Aku mencari DIA dari ujung sampai ujung sampai kepelosokpun akan aku lalui. DIA memang dihatiku tetapi untuk tetap istiqomah akupun butuh banyak belajar.
Orang tua memang tak pernah menyetujui jalanku saat ini.. kenapa aku meningglkan pekerjaan itu begitu saja dan sekarang menjadi pengangguran. Kesibukanku sekarang kajian, hafal al-Quran dan seiring dengan mencai pekerjaan yang selalu dijalanNYA..
Suatu ketika aku sangat lapar dan uangpun tak cukup untuk makan, aku yakin Allah tidak akan membiarkan hambanya jika sedang membutuhkan pertolonganNYA, DIA tidak tidur.. yang punya rizky hanya DIA, maka meminta juga hanya padaNYA. Aku melangkahkan kaki kemasjid dan berdoa dengan airmata yang tak tertahan saat itu “Allah aku lapar.. jika engkau ridho beri kemudahan aku berusaha untuk mendapatkannya”. Tak lama setelah itu ada wanita setangah baya yang datang menghampiriku dan bertanya jadwal kajian dimasjid ini, tiba-tiba wanita setengah baya itu menangis dan menceritakan masalah yang sedang dihadapinya, aku berusaha menenangkan dan memberi sedikit masukan yang pernah aku pelajari dari mengajiku selama ini. Tiba-tiba Allah menjawab do’aku, wanita setengah baya itu mengajakku makan dan mengajakku kerumahnya dengan oleh-oleh dari beliau sebuah amplop berisi 500.000,- . Tak ada yang kebetulan J
Seiring berjalannya waktu aku diberi banyak kepercayaan oleh orang-orang hebat dan ustadz untuk mengelola usahanya. Sampai saat ini aku banyak diberi kesibukan mengelola tahfidz, organisasi sedekah, mengelola usaha dan aku diberi kepercayaan untuk tinggal dirumah milik salah seorang ustadz untuk merawatnya yang bagiku itu tergolong mewah seperti rumahku dulu yang ku tinggalkan, Kesibukanku sekarang berlarian kesana kemari seperti kupu-kupu layaknya saat itu tetapi kesibukanku sekarang semakin mendekatkan aku kepadaNYA dan aku merasa hidup ini begitu sempurna dengan kehadiran orang-orang disekelilingku. Allah sayang kepadaku dengan caranya menunjukkan jalanku yang sekarang bermanfaat untuk diriku, orang lain dan akhirat insyallah.. inilah hidup yang sebenarnya.. barokalloh J