Sabtu, 13 September 2014

Sang Inspirator

Beliau adalah sosok religi dan smart dimataku.. beliau adalah seorang politikus yang religius dengan gelar Prof. Dr. didepan namanya yang kini dimiliki beliau menambah kekagumanku dari sejak ku menduduki bangku SD sampai saat ini lulus kuliah. Diri ini ingin memiliki gelar Dr. seperti beliau, tapi apa daya saat ini menuju S2 saja belum tercapai karena Allah belum berkehendak. Semoga suatu saat nanti.. amin.


Kala itu bapak selalu memberikan dongeng sebelum tidur saat gadis kecilnya ini begitu manja berada di pelukannya, yang selalu terngiang dalam memori selain dongeng cerita rakyat yaitu bapak selalu menceritakan sang inspirator ini untuk cambuk cita-cita impian putrinya ini setinggi langit.   

         

Sang inspirator ini adalah teman semasa kecil bapak yang begitu cerdas , ulet dan pantang menyerah di Muntilan dan Pondok Pabelan. Sang inspirator berjuang demi cita-citanya dimulai dari 0, dari yang kehabisan uang saku untuk merantau mengejar impianpun pernah dilewati sang inspirator ini. Seseorang yang besar tidak selalu berasal dari keluarga yang besar, karena semua itu didapat dengan ikhtiar yang tak kenal lelah.. pesan bapak kala itu. 

           

Layar kaca televisipun mulai sering terlihat wajah sang inspirator ini, seorang politikus, rektor, motivator dalam tulisan-tulisan indah buku ciptaannya dan kini beliau akan menjadi calon wakil rakyat dalam bidang keagamaan karena religiusnya.            


Bangga melihat sang inspirator semakin menjulang dengan karir kesuksesannya yang semoga bermanfaat Rahmatan Lil’Alamin. Bapak tak lagi berdiskusi denganku tentang pesan, nasehat dan mengikuti kesuksesan sang inspirator. Beliau lebih dahulu dalam pelukanNYA karena Allah menyayangi bapak. Seperti pesan bapak yang kalau itu lama tak mendengar kabar langsung dari sang inspirator, semoga suatu saat andai Allah mengizinkan diri ini bertemu beliau bisa terwujud. Selain cambukan semangat dari sebuah buku sang inspirator, cerita dan nasehat bapak.. Diri ini ingin mendapat cambukan duniawi dan akhirat langsung dari sang inspirator.. Amiin :)
Prof. Dr. Komarudin Hidayat