Rabu, 16 Januari 2013

Tuhan di Etalase Toko


Mungkin remaja jaman sekarang memang antas dengan sebutan “mata kranjang”.. maksudnya? He
dy selalu melek, tergoda  dan haus akan keinginannya saat melihat barang2 unik yang menurut mereka lucu, terbaru disebuah toko. Ya gag? :p semua selalu ingin dibeli.. ibu sering kesal dibuatnya dengan kelakuaan putrinya.

                Suatu ketika ibu tidak mampu melarangku, karena uang yang kugunakan adalah murni hasil usaha dan keberuntunganku. Ibu sering kesal melihat kebiasaanku itu, namun beliau tidak pernah mencegahku hanya menasehati saja semua kembali padaku.

                Setiap kali melihat barang yang lucu, pasti aku suka. Tergoda dengan barang yang terlihat cantik dan unik. Kadang yah memperkirakan harganya juga sih.. tapi kalau udah suka banget gimana lagi kalau uang ada yah begitulah perempuan :p . Berfikir untuk lusa dan mendatang kadang terbesit walau hanya diangan tidak direalisasikan.. Kalau melihat sesuatu dan timbul keinginan atau ketertarikan terhadap benda itu, benda itu selalu mengganggu hari-hariku, akan selalu tergambar dalam pikiranku, terus mengejar.

Kadang memang terbesit kebiasaan buruk seperti itu tidak akan baik untuk kedepannya saat berkeluarga nanti, kasihan suami kita kelak. Banyak kebutuhan primer yang benar-benar harus terpenuhi nantinya, kalau kebiasaan dan hobby ini terus berjalan tak ku hentikan.. kapan aku bisa dewasa dengan keadaan jangka panjang?

Suatu saat mendapat tamparan dari Allah dengan hilangnya uang hasil usaha dan keberuntunganku berikutnya yang menurutku itu jumlah yang cukup banyak.. hilang dengan kejadian tertipu orang yang menyamar sebagai mantan sahabat SMAku dengan keadaan mamahnya sakit, spontan saat itu aku bantu dy.. dan dy meminta lagi karena suatu hal kondisi mamahnya memburuk, terlihat nyata sekali kejadiaan itu karena dlm realitanya mamah sahabatku itu memang sedang sakit. Begitu teganya orang yang menipuku dengan samara orang yang sedang benar-benar membutuhkan.. ya Allah rezeky itu hanya titipanMU tak mungkin aku menyesali yang bukan hakku saat itu. Taka apa rezeky itu hanya lewat dan terlihat mata di ATM belum sempat ku pegang wujud dan bentuknya.. namanya juga belum rezeky :)

Tapi dari situlah aku belajar.. belajar bagaimana harus mengelola apa yang ku miliki untuk tidak digunakan yang tidak seharusnya digunakan. Aku tak brani banyak meminta dengan ibu, karena kesalahanku yang teledor itu :p
Saat itu aku tak pernah lagi berfikir melakukan kebiasaan burukku itu.. meminta ibupun saat itu segan.
                Dititik itulah aku menemukan tantangan dan kesulitan. Aku harus berfikir keras menghadapi kebiasaan burukku. Aku hanya bisa beralari kepada Allah, karena DIAlah Yang Maha Mencukupi dan Maha Memberi. Dialah sesungguhnya Sang Pemberi Abadi yang tidak akan pernah bosan terhadap para peminta. Sesungguhnya aku tidak akan mungkin bisa bergantung pada ibu yang manusia biasa, yang mempunyai keterbatasan kesabaran, materi, dan memberi.

                Aku mulai menengok Allah Yang Maha Dermawan. Aku mulai sering bergayut dan terus bergayut ditanganNYA. Aku selalu berteduh disana. Aku terus meminta kesana. Kutemui pelabuhan sesembahan yang bisa menutupi segala kelemahanku, mencukupi segala kebutuhan dan keinginanku. DIAlah satu-satunya yang bisa menolongku dengan kebiasaan burukku.

                Dengan pola piker itu, aku makin gila dengan petualangan itu. Semakin hari semakin jauh aku berpetualang dan betapa disitu aku banyak menyaksikan dahsyatnya kebesaran Allah . Aku selalu bermanja-manja padaMU, selalu merintih padaMU, dan selalu membesarkanMU.
                Aku melihat Tuhan di etalase toko, seperti saat pengajian berlangsung, ibadah-ibadah yang ku persembahka untukMU. Seperti yang pernah Engkau katakana “ Sesungguhnya sesuatu yang berlebih-lebihan adalah perbuatan syetan”

                Betapa mengenalMU dan meminta kepadaMU selalu memperoleh kekuatan dalam segala hal. Semoga Allah selalu mengampuni kedzaliman dan member limpahan rahmat dan hidayahNYA sehingga menjadi manusia yang lebih baik lagi.
                Aku sadar langkahku itu salah. Aku menulis cerita ini bukan mengajak dalam langkah yang salah atau konsumtif tapi mengajak untuk selalu mengenal kebesaranNYA lewat kelemahan yang belum mampu diperbaiki :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar